
Pekanbaru – Di tengah pola kerja fleksibel (WFH) yang masih dijalankan sebagian jajaran, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Riau justru mencatat capaian membanggakan di tingkat nasional. Raihan peringkat 5 kinerja menjadi pemicu semangat baru, sekaligus pengingat untuk tidak lengah dalam menjaga kualitas kerja dan integritas.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Riau, Agung Prianto, saat memberikan arahan secara virtual kepada seluruh jajaran Kanwil yang bekerja dari rumah serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Riau, Jumat (8/6/2026).
Dalam arahannya, Agung menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh pegawai yang telah berkontribusi terhadap capaian tersebut. “Terima kasih kepada seluruh jajaran atas kinerja dan kerja kerasnya selama ini, sehingga Kanwil Ditjen Imigrasi Riau dapat meraih peringkat kelima dalam capaian kinerja Triwulan Pertama ini,” ujarnya.

Meski demikian, Agung mengingatkan bahwa capaian tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas kerja yang berkelanjutan. Agung menekankan bahwa saat ini Kanwil Ditjen Imigrasi Riau tengah mengikuti kontestasi pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), sehingga seluruh jajaran diminta lebih cermat dan responsif. “Saat ini kita sedang dalam proses penilaian WBK, untuk itu saya minta seluruh data dukung dicek kembali. Pastikan semua sudah lengkap dan sesuai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agung mendorong seluruh jajaran untuk terus bekerja secara cepat dan proaktif dalam menjalankan tugas. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan publik yang optimal. “Mari kita terus belajar, tingkatkan kompetensi, dan jaga kedisiplinan dalam setiap pelaksanaan tugas,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agung turut didampingi Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Junior Manerep Sigalingging, yang bersama-sama memastikan arahan dan evaluasi kinerja tersampaikan secara menyeluruh kepada seluruh jajaran.
Arahan ini menjadi penegasan bahwa capaian kinerja bukanlah titik akhir, melainkan pijakan untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
