Siak – Kepercayaan publik adalah mata uang yang paling berharga bagi institusi penyelenggara pelayanan publik. Untuk merawat kepercayaan tersebut, setiap insan imigrasi diwajibkan untuk memiliki benteng integritas yang kokoh dan kepekaan tinggi dalam mengenali serta menghindari potensi konflik kepentingan. Upaya preventif dan mitigasi risiko terus digalakkan guna memastikan layanan imigrasi tetap murni dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Dalam rangka pembinaan dan penguatan integritas, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Riau, Agung Prianto, bersama Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Junior Manerep Sigalingging, turun langsung memberikan arahan kepada jajaran Kantor Imigrasi Kelas II TPI Siak pada Kamis (4/6/2026). Kunjungan kerja ini difokuskan pada pemahaman mendalam terkait manajemen dan mitigasi Pengelolaan Konflik Kepentingan di lingkungan kerja.
Agung Prianto dalam penyampaian materinya menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi praktik koruptif di lingkungan keimigrasian. "Tujuan utama kita di sini adalah untuk mewujudkan penyelenggaraan pelayanan imigrasi yang benar-benar bersih, berintegritas tinggi, netral, dan terbebas sepenuhnya dari segala bentuk pengaruh korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Ini adalah komitmen harga mati yang harus kita pegang teguh," tegas Agung di hadapan para pegawai Kanim Siak.
Melengkapi arahan tersebut, Junior Manerep Sigalingging. menambahkan pentingnya profesionalisme dalam bertugas. "Kita harus terus meningkatkan kesadaran dan kepekaan dalam penanganan benturan kepentingan. Lakukan segala sesuatunya secara profesional dan sesuai SOP yang berlaku. Dengan langkah nyata ini, kita akan memperkuat derajat kepercayaan publik terhadap institusi yang kita cintai ini," jelas Junior menutup sesi arahan.
