Pekanbaru – Di hari pertama penerapan kebijakan Work From Home (WFH), pengawasan kinerja tetap berjalan ketat. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Riau, Agung Prianto, melakukan pemantauan langsung secara virtual untuk memastikan pelayanan dan produktivitas pegawai tetap optimal, Jumat (10/4/2026).
Didampingi Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Junior Manerep Sigalingging, Agung memantau aktivitas serta kinerja jajaran pegawai yang menjalankan tugas dari rumah. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Direktorat Jenderal Imigrasi yang mulai memberlakukan WFH setiap hari Jumat bagi ASN yang menjalankan fungsi dukungan manajemen dan administratif.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan tugas tetap berjalan sesuai target dan tidak mengalami penurunan kualitas meskipun dilakukan secara daring.
“Pengawasan tetap kami lakukan secara optimal meskipun pelaksanaan kerja dilakukan dari rumah. Hal ini penting untuk memastikan produktivitas pegawai tetap terjaga,” ujar Agung.
Agung menegaskan bahwa setiap atasan memiliki peran penting dalam memonitor hasil kerja harian pegawai, sehingga sistem kerja fleksibel ini tetap berjalan efektif dan akuntabel.
“Kami memastikan bahwa kebijakan WFH ini tidak mengurangi kualitas kinerja. Justru dengan pemantauan yang terukur, kami ingin memastikan seluruh jajaran tetap disiplin, profesional, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya,” lanjutnya.

Sejalan dengan kebijakan pusat, layanan keimigrasian di seluruh unit kerja tetap berjalan normal, khususnya pada layanan publik dan pengawasan keimigrasian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Agung juga mengingatkan bahwa kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas. “Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu. Kami terus memastikan seluruh layanan berjalan cepat, transparan, dan tanpa hambatan, meskipun sebagian pegawai bekerja dari rumah,” tegasnya.
Dengan pengawasan berbasis digital ini, Kanwil Imigrasi Riau menunjukkan komitmennya dalam menjaga kinerja tetap optimal di tengah penerapan pola kerja yang lebih adaptif dan efisien.
