
Pekanbaru – Keamanan dan ketertiban di lingkungan fasilitas negara merupakan prioritas mutlak yang harus senantiasa dikawal demi kelancaran tugas aparatur penegak hukum. Merespons adanya gangguan ketertiban umum di sekitar area kantor, jajaran Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru bergerak cepat menindaklanjuti insiden penggoresan sejumlah kendaraan milik pegawai yang terparkir di luar pagar pembatas. Penanganan proaktif ini dilakukan guna mencegah eskalasi konflik sosial sekaligus memastikan kondusivitas tetap terjaga di lingkungan yang berdekatan dengan area penampungan pengungsi internasional tersebut.
Insiden ini bermula pada Jumat (5/6/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, ketika petugas jaga Rudenim Pekanbaru menerima informasi adanya kerusakan fisik berupa goresan pada beberapa mobil pegawai di area parkir luar. Menerima laporan tersebut, Kepala Sub Seksi Keamanan segera menginstruksikan penyisiran dan pengecekan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang mengarah tepat ke lokasi kejadian. Dari hasil penelusuran digital tersebut, didapati fakta visual yang mengonfirmasi bahwa tindakan perusakan tersebut dilakukan oleh sejumlah anak dari kelompok pengungsi Rohingya yang beraktivitas di sekitar kawasan kantor.
Menyikapi temuan bukti rekaman tersebut, jajaran Rudenim Pekanbaru yang dikepalai oleh Adrianus Tonny Budijaya langsung mengambil langkah penertiban yang terukur pada sore harinya. Sesuai prosedur penanganan, petugas keamanan diterjunkan untuk memberikan teguran lisan dan peringatan tegas kepada kelompok pengungsi yang berada di kamp sekitar Rudenim. Teguran ini disampaikan secara resmi melalui perwakilan atau vocal point pengungsi Rohingya, Umar Faruq, dengan penekanan agar mereka mengendalikan aktivitas anak-anaknya dan menjamin insiden yang merugikan petugas ini tidak terulang kembali di kemudian hari.
Menanggapi insiden vandalisme ini, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Riau, Agung Prianto, segera memberikan instruksi tegas terkait tata kelola dan pengawasan pengungsi. "Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Meskipun pelakunya adalah anak-anak, tindakan perusakan properti pegawai tidak dapat dibenarkan. Saya telah memerintahkan jajaran Rudenim Pekanbaru untuk memperketat patroli pengawasan di area perimeter luar," tegas Agung. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sikap kooperatif para pencari suaka. "Para pengungsi harus diedukasi secara berkelanjutan agar menghormati ketertiban umum, aturan hukum, dan norma masyarakat setempat selama mereka menetap sementara di wilayah Indonesia," tutupnya memberikan atensi khusus.
