PEKANBARU – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru melaksanakan pengawasan dan pengawalan proses resettlement (penempatan) terhadap 5 (lima) orang pengungsi warga negara Afghanistan ke Australia pada 20–21 Mei 2026. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan sesuai prosedur yang berlaku.
Pengawalan dilakukan oleh dua petugas Rudenim Pekanbaru, Bestari Zai dan Imam Muslim, bersama perwakilan International Organization for Migration (IOM) Pekanbaru. Rangkaian kegiatan dimulai dari keberangkatan dari Rudenim Pekanbaru menuju Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dilanjutkan dengan penerbangan ke Jakarta menggunakan maskapai Garuda Indonesia (GA 175). Proses ini diakhiri dengan serah terima kepada perwakilan Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Ditjen Imigrasi di Terminal 3 Keberangkatan Internasional Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Keesokan harinya, pada 21 Mei 2026, petugas kembali menuju Pekanbaru menggunakan penerbangan Garuda Indonesia (GA 176) dan tiba dengan selamat di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada pukul 09.40 WIB.
Secara keseluruhan, proses pengawalan resettlement berjalan dengan aman dan lancar. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Rudenim Pekanbaru dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait penanganan pengungsi, yang dilaksanakan sesuai standar operasional dan prinsip kemanusiaan.

Sebagai ringkasan, kegiatan pengawalan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada hari Rabu hingga Kamis, 20–21 Mei 2026. Rute pengawalan meliputi Rudenim Pekanbaru, Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, hingga ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Adapun petugas yang bertindak sebagai pengawal adalah Bestari Zai dan Imam Muslim selaku Komandan Jaga, dengan objek pengawalan sebanyak 5 (lima) orang pengungsi warga negara Afghanistan atas nama Ayaz Ibrahim Mohsen (Lk) dan kawan-kawan.
"Pelaksanaan pengawalan resettlement ini mencerminkan komitmen Imigrasi Riau dalam menjalankan tugas pengawasan secara profesional, humanis, dan sesuai dengan standar operasional. Sinergi antar instansi menjadi kunci keberhasilan sehingga seluruh proses berjalan aman dan lancar." ujar Agung Prianto Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Riau tari Zai dan Imam Muslim, bersama perwakilan International Organization for Migration (IOM) Pekanbaru. Rangkaian kegiatan dimulai dari keberangkatan dari Rudenim Pekanbaru menuju Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, penerbangan ke Jakarta menggunakan Garuda Indonesia (GA 175), hingga serah terima kepada perwakilan Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Ditjen Imigrasi di Terminal 3 Keberangkatan Internasional Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Keesokan harinya, 21 Mei 2026, petugas kembali menuju Pekanbaru menggunakan penerbangan Garuda Indonesia (GA 176) dan tiba dengan selamat di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada pukul 09.40 WIB. Secara keseluruhan, proses pengawalan resettlement berjalan dengan aman dan lancar. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Rudenim Pekanbaru dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait penanganan pengungsi sesuai standar operasional dan prinsip kemanusiaan.
"Pelaksanaan pengawalan resettlement ini mencerminkan komitmen Imigrasi Riau dalam menjalankan tugas pengawasan secara profesional, humanis, dan sesuai dengan standar operasional. Sinergi antar instansi menjadi kunci keberhasilan sehingga seluruh proses berjalan aman dan lancar." ujar Agung Prianto Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Riau

